top of page
Search

Yang Tak Pernah Sepi Bernama Jakarta

Writer: Fada Dzaky
Fada Dzaky
Jul 20
1 min read

Updated: Jul 26

Menunggu setahun menuju 5 abad

Wahai Jakarta!

Yang tak pernah sepi dari keramaian

Warga menolak untuk tersungkur dan gugur tuk mewujudkan angan

yang telah lama tersimpan


LRT, MRT, Jaklingko, & Tije

Banyak transportasi umum

untuk kebutuhan bersama

Senang berkeliling menikmati

jalanan yang ramai

Suara gaduh dan riuh mengisi tumpukan memori dalam kepala Bising keramaian selalu hadir Ramai di jalanan juga ramai di pikiran

Berangkat bersama beban yang bersandar di bahu

Terkadang pulang dengan hati yang tak senang Ratusan gang telah kulewati sembari takjub oleh ratusan gedung tinggi

"Oh ternyata ini hidup di kota distopia"

Dalam hati diri bergumam bercampur aduk dengan perasaan kelam


Jakarta

Cerita kemacetan menjadi hal klasik

Janganlah buat mereka terusik

Pancing terus saja buat mereka terpantik

untuk mengeluarkan kata-kata mutiara

 
 
 

Recent Posts

See All
Pengamat Sosial Semasa Kuliah

Kemarau perasaan buatku risau Begitulah yang terlintas dariku— Perasaan yang tak peka cukup pekat, lumayan melekat, dan terasa dekat olehku Terka

 
 
 
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 
Sekadar Mimpi Belaka

Entah ke mana diri ini berada Layaknya berjalan di ruang kegelapan Sunyi nan senyap itu ditemani sepi dan syahdu Tersesat buatku hilang tanpa arah Berdiam diri layaknya ingin pasrah “Tidak!” “Aku haru

 
 
 

Comments


bottom of page