top of page
Search

Pengamat Sosial Semasa Kuliah

Writer: Fada Dzaky
Fada Dzaky
Aug 29
1 min read

Updated: Aug 29

Kemarau perasaan buatku risau

Begitulah yang terlintas dariku—

Perasaan yang tak peka cukup pekat,

                                 lumayan melekat,

                     dan terasa dekat olehku

Terkadang performatif, terkadang juga tidak

Transaksi atensi tuk dapat validasi

Pengamat sosial berlagak cermat

Itulah masa kuliah yang lama kualami


Lakukan saja dengan lantang dan lancang

Masih saja menghamba dengan hukum rimba

Sembah saja sumpah sampahmu—

Sudahlah sobat, sembah saja—

sembah saja sumpah sampahmu

Sudahlah, sembah saja—

SUMPAH SAMPAHMU!

Sudahlah sobat, sembah saja sumpah sampahmu!

Sudahlah

Sembah saja sumpah sampahmu, sobat!

Lakukanlah agar lekas puas dan tuntas


Gerak-gerik banyak gimik

Kasih mik tuk kau yang suka banyak gimik—

Hendak kuberi panggung

              secara langsung

tuk yang suka menyinggung

        dan tak tahu canggung

 
 
 

Recent Posts

See All
Yang Tak Pernah Sepi Bernama Jakarta

Menunggu setahun menuju 5 abad Wahai Jakarta! Yang tak pernah sepi dari keramaian Warga menolak untuk tersungkur dan gugur tuk mewujudkan angan yang telah lama tersimpan LRT, MRT, Jaklingko, & Tije Ba

 
 
 
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 
Sekadar Mimpi Belaka

Entah ke mana diri ini berada Layaknya berjalan di ruang kegelapan Sunyi nan senyap itu ditemani sepi dan syahdu Tersesat buatku hilang tanpa arah Berdiam diri layaknya ingin pasrah “Tidak!” “Aku haru

 
 
 

Comments


bottom of page