top of page
Search

Teater Semesta

Writer: Fada Dzaky
Fada Dzaky
Apr 12
1 min read

Teater Semesta—


Panggung sejuta umat

“Haus panggung?”

“Lapar berekspresi?”

Tanya singkat dari Semesta

“Disini lah tempatnya!”

Jawab singkat darinya

Seketika optimis melaju kencang


Tirai teater membuka mulutnya

Semesta turut bersuka cita raya

Lampu sorot panggung melangkah

vertikal, horizontal, dan diagonal

Sinar membakar kata redup dan gugup


Menyinari lukisan raga

yang puitis nan estetis

Teater memberi ruang nafas

tuk tampil teatrikal dan natural


Santai dan lihai merangkai derita

Salin derita dan tempel menjadi cerita

Decak kagum datang tanpa permisi

meresap ke dalam syaraf ingatan penonton


Teater Semesta—

Sutradara mendesak, pemeran bertindak

Jarum jam dinding terus berdenting

Teater seketika gaduh dan riuh


Sutradara—

Lepaskan naskah sampahmu!

Duduklah yang manis semanis impian tertunda


Sutradara—

cukup letakkan..

pena saja..

cukup letakkan..

pena saja..


Ambillah penamu!

Gores naskah mentah milikmu!

Iya, naskah mentah milikmu!

Teatrikal lah di teater semesta ini!

 
 
 

Recent Posts

See All
Pengamat Sosial Semasa Kuliah

Kemarau perasaan buatku risau Begitulah yang terlintas dariku— Perasaan yang tak peka cukup pekat, lumayan melekat, dan terasa dekat olehku Terka

 
 
 
Yang Tak Pernah Sepi Bernama Jakarta

Menunggu setahun menuju 5 abad Wahai Jakarta! Yang tak pernah sepi dari keramaian Warga menolak untuk tersungkur dan gugur tuk mewujudkan angan yang telah lama tersimpan LRT, MRT, Jaklingko, & Tije Ba

 
 
 
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 

Comments


bottom of page