top of page
Search

Rokok dan Miras

  • Writer: Fada Dzaky
    Fada Dzaky
  • Apr 1
  • 1 min read

Updated: Jun 25

Bergulat dengan niat dan rasa penat          

Miras tak buatku selaras dan waras

Sesap tembakau tak buatku sakau

Rasa mengganjal berakhir rasa kesal


Asap rokok mengaburkan isi kepala

lalu mengajakku keluar dari

realita pahit terkini

Pedasnya cengkeh tak sepedas

ucapan orang-orang di sana


“Redakan masalahmu sekarang, sobat!”

                                    “sekarang, sobat!”

“Cobalah, maka kau terlihat pria”

Kucicipi dirimu hanya tuk bersosial

Sebut saja diriku perokok sosial

Bersosial sambil merokok

agar dianggap sama dengan mereka

                         sama

                                  dengan

                                                mereka


Obat candu buatku rindu

Sambil bergumam dengan angin desir malam

macam berdialog dengan Tuhan

Pemersatu frekuensi

Penghilang antar batas


Oh, miras! Pertama kali mengenalmu!

Cairan yang beraroma keras

cocok sebagai pelampiasan

hidup yang cukup keras

Kucicipi dirimu satu waktu saja

hingga sekarang tak pernah lagi


“Santai sejenak dahulu, kawan!”

“Hangatkan malam yang dingin, ya!”

“Santai dan hangatkan!”

Itulah rayuanmu kepadaku

yang manis nan sesat buatku terpeleset


Kalangan atas anggap minuman keras

sudah biasa karena tak terhalang harga

Simbol tempat syahdu oleh kalangannya

Simbol panjat sosial terutama

bukan dari kalangannya

Simbolis puncak kelas sosial

saat berada di dunia gemerlap

 
 
 

Recent Posts

See All
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 
Sekadar Mimpi Belaka

Entah ke mana diri ini berada Layaknya berjalan di ruang kegelapan Sunyi nan senyap itu ditemani sepi dan syahdu Tersesat buatku hilang tanpa arah Berdiam diri layaknya ingin pasrah “Tidak!” “Aku haru

 
 
 
Teater Semesta

Teater Semesta— Panggung sejuta umat “Haus panggung?” “Lapar berekspresi?” Tanya singkat dari Semesta “Disini lah tempatnya!” Jawab singkat darinya Seketika optimis melaju kencang Tirai teater membuka

 
 
 

Comments


bottom of page