top of page
Search

Nasi Daun Jeruk

  • Writer: Fada Dzaky
    Fada Dzaky
  • Oct 22, 2025
  • 1 min read

Updated: Jun 3

Wahai nasi daun jeruk

Tahun lalu pertama kalinya

mencicipi nasi daun jeruk

Tak kusebutkan merknya

Cukup terkenal dan ada cabangnya

di Jakarta


Sungguh nikmat untuk makan siang

Memulai aktivitas siang hari

Tercandu olehmu

Beberapa kali mencicipinya


Wahai nasi daun jeruk

Mengapa kelezatanmu ini

membuatku tercandu

Lima kali dalam sembilan hari

memesan untuk makan malam

Bukti canduku padamu

bersama lauk-pauk; jamur, tempe, ayam, & telur


Teringat sebuah pertanyaan

“Apa makanan kesukaanku?”

Pertanyaan yang dulu sulit dijawab

Namun kini telah berubah

Akan kujawab dirimu yang pertama


Memesan dengan sergap

Suap demi suap

Nasi daun jeruk kusantap

Santap dengan lahap

Santap tanpa kecap

Bukan bumbu cair kecap

Dalam hati syukur kuucap

 
 
 

Recent Posts

See All
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 
Sekadar Mimpi Belaka

Entah ke mana diri ini berada Layaknya berjalan di ruang kegelapan Sunyi nan senyap itu ditemani sepi dan syahdu Tersesat buatku hilang tanpa arah Berdiam diri layaknya ingin pasrah “Tidak!” “Aku haru

 
 
 
Teater Semesta

Teater Semesta— Panggung sejuta umat “Haus panggung?” “Lapar berekspresi?” Tanya singkat dari Semesta “Disini lah tempatnya!” Jawab singkat darinya Seketika optimis melaju kencang Tirai teater membuka

 
 
 

Comments


bottom of page