top of page
Search

Monolog

  • Writer: Fada Dzaky
    Fada Dzaky
  • Jan 20
  • 1 min read

Updated: Apr 1

Monolog,

berbincang dengan diri sendiri

berdialog secara internal

bukan bersama orang lain

bersuara dalam hati

Berperang dengan pikiran

Berkonsultasi dengan jiwa

Berbincang menuju masa lalu

Waktu diluangkan lebih banyak


Layaknya ramai dalam

persimpangan lalu lintas,

monolog ini terkadang buta warna

tak tahu warna merah, kuning, dan hijau

tak tahu kapan harus berhenti,

berhati-hati, dan saatnya berjalan


Jika diberi kesempatan,

bermonolog lah dengan semestinya

Bersiagalah menuju petunjuk selanjutnya

Berhentilah jika arahnya menuju

dikotomi monolog


Monolog

Tiap kata, frasa, klausa, dan kalimat

punya kekuatan di dalamnya

terwujud dalam bentuk tindakan

Ide berdatangan tanpa kabar,

ketuk pintu, dan permisi

Malangnya jika tak berbincang dengannya

maka menjadi angin lalu dan berlalu

 
 
 

Recent Posts

See All
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 
Sekadar Mimpi Belaka

Entah ke mana diri ini berada Layaknya berjalan di ruang kegelapan Sunyi nan senyap itu ditemani sepi dan syahdu Tersesat buatku hilang tanpa arah Berdiam diri layaknya ingin pasrah “Tidak!” “Aku haru

 
 
 
Teater Semesta

Teater Semesta— Panggung sejuta umat “Haus panggung?” “Lapar berekspresi?” Tanya singkat dari Semesta “Disini lah tempatnya!” Jawab singkat darinya Seketika optimis melaju kencang Tirai teater membuka

 
 
 

Comments


bottom of page