top of page
Search

Disetir Standar Sosial

  • Writer: Fada Dzaky
    Fada Dzaky
  • Jan 7
  • 1 min read

Updated: Jan 9

Esensial melemah, estetika menguat

Tak peduli apa itu esensi

Bagi mereka hanyalah ilusi

Buatlah se-estetis mungkin

macam feeds instagram

Membuatku geram


Berlomba rekam hidup yang sinematik

di tengah banyaknya hal problematik

Disetir standar sosial

Disetir standar sosial

Disetir standar sosial

Sementara mereka justru berdiam

Menikmati syahdu bersendiri

Melawan standar sosial tiada akhir


Perlakukan estetika macam raja

Keberadaannya memang diimpikan

Perlakukan esensial macam budak

Keberadaannya tidak diharapkan


Wahai transaksional

Seolah hidup ada bayarannya

Harus diakui dan dijalani

Terlalu mahal tuk tak berprogres

Terlalu murah tuk apa adanya

Terlalu singkat untuk timbal balik

Terlalu lama untuk sang pendiam


Dengarkan jawaban, takar perlakuan

Dengarkan jawaban, takar perlakuan

Perlihatkan keberhasilan

Sembunyikan kegagalan


Garis waktu hidup harus estetik

Supaya lawan bicara tak berkutik

Mendadak jadi hakim standar sosial

karena dianggap bernasib sok sial

Tak ada spesial tuk momen krusial

 
 
 

Recent Posts

See All
Hidup dalam Bayang-bayang

Hidup dalam bayang-bayang Hidup dalam bayang- bayang Ambisi cukup tipis dan berlapis Harapan sejengkal, e

 
 
 
Sekadar Mimpi Belaka

Entah ke mana diri ini berada Layaknya berjalan di ruang kegelapan Sunyi nan senyap itu ditemani sepi dan syahdu Tersesat buatku hilang tanpa arah Berdiam diri layaknya ingin pasrah “Tidak!” “Aku haru

 
 
 
Teater Semesta

Teater Semesta— Panggung sejuta umat “Haus panggung?” “Lapar berekspresi?” Tanya singkat dari Semesta “Disini lah tempatnya!” Jawab singkat darinya Seketika optimis melaju kencang Tirai teater membuka

 
 
 

Comments


bottom of page